
Operator telekomunikasi Malaysia yang sinonim dengan Akademi Fantasia iaitu Maxis (Hotlink) dilaporkan telah menjual lagu nyanyian Afgan yang berjudul Bukan Cinta Biasa tanpa sebarang kebenaran apatah lagi hitam putih dari pihak pengurusan Afgan mahupun Wanna Be Music Indonesia yang memegang label lagu tersebut.
Oleh hal yang demikian, pihak Wanna be Music telah meminta Maxis untuk membayar sebanyak USD3 Juta sebagai ganti rugi akibat kerugian yang kononnya ditanggung oleh mereka. Berikut adalah berita yang dipetik dari laman Gosip Artis Indonesia mengenai permasalahan tersebut:
hubungan Indonesia-Malaysia yang memanas akhir-akhir ini karena pulau Ambalat milik Indonesia yang diklaim Malaysia, kini ada kasus baru seputar lagu musisi Indonesia yang dibajak oleh salah satu operator telekomunikasi malaysia bernama maxis. hal ini menimpa penyanyi berlesung pipit, Afghan syahreza. lagu afghan-bukan cinta biasa dibajak malaysia.
afghan mengetahui hal ini dari pihak label Wanna Be music Indonesia. menanggapi hal tersebut Afghan cuma berkomentar jika dirinya merasa kecewa n sebatas tahu aja. soalnya afghan bukan pencipta lagu tersebut. dan yang mengurusi masalah tersebut adalah pihak manajemen dan label dimana afghan bernaung. afghan hanya berharap yang terbaik dan adanya titik temu masalah tersebut.
pembajakan lagu afghan-bukan cinta biasa yang dilakukan oleh maxis, yakni dengan menjual RBT afghan senilai 3 ringgit atau setara dengan 9 ribu rupiah kepada para pengguna maxis tanpa seijin pihak manajemen afghan maupun wanna be music Indonesia yang memegang label lagu tersebut.bahkan RBT tersebut telah di download oleh 6 juta orang.
melalui kuasa hukumnya Handra deddy Hasan, Wanna be music indonesia mengungkapkan jika pihaknya telah dirugikan sebesar 3 juta dollar amerika atau 30 milliar rupiah karena kasus tersebut. pihak Wanna be Music Indonesia sendiri telah mengajukan somasi pada tanggal 9 Juni 2009. kemudian pada tanggal 10 juni 2009 pihak Maxis mengajak berdamai. pihak Wanna be setuju dengan usul tersebut namun dengan syarat mereka harus mengganti rugi kerugian yang diderita pihak Wanna be sebesar 3 juta dollar amerika.
hal ini ditunggu penyelesaiannya hingga 24 juni kemarin. namun hingga tanggal yang telah ditetapkan tidak ada penyelesaian dari maxis. untuk itu pihak afghan Wanna Be Music Indonesia tidak segan melaporkan ke Mabes Polri. selain itu pihaknya juga akan melaporkan masalah ini ke Ministry of Domestic Trade and comsumerce Affair yaitu departemen yang menangani hak cipta di malaysia.
Berikut adalah lagu tersebut:
Hahaha.. Padan muka kau Maxis, siapa suruh kau jual lagu orang tanpa izin? Kan dah kena bayar ganti rugi pulak. Tapi takpe, Ananda Krishnan kan kaya. Setakan USD3 Juta tu apalah sangat kan? Lagipun, Akademi Fantasia kan ada. Bila-bila je boleh dapat balik duit tu. Huhu..
P/s: Jangan tanya kami samada ini berita dunia atau berita hiburan ok! Asalkan melibatkan nama artis, kami anggap ianya sama saja. Hahaha..









Mr.Bintang says:
June 29th, 2009 at 1:08 pm
indon nak cari duit sbnrnye tu.. hehehe..
[Reply]
zai says:
June 29th, 2009 at 2:54 pm
salah maxis gak..sape suro jual lgu org tnpe izin..
ni bukn msaalh negare ke ape..tp msaalh ambik hak org xmintak izin..muahaha..
[Reply]
ilhamputra says:
June 29th, 2009 at 6:56 pm
hei.buat kontorversi je.pasal lagu.ala takde hal la nak bayr 3 juta tu
[Reply]
zai Reply:
June 29th, 2009 at 10:44 pm
dalam USD tu..klu duit m’sia da brape..kire sndri..ngeh2
[Reply]
kisahsensasi says:
July 1st, 2009 at 12:53 am
pelik betul la ….. takkan diorang tak tahu pasal hakcipta….hmmmm
[Reply]
paan says:
July 1st, 2009 at 7:14 pm
pergh banyak tue dia mintak 3 juta..usd plak tue…lebih kurang rm10 juta..kalo tukar ke rupiah ??
[Reply]
emiliani paramita says:
July 6th, 2009 at 12:03 pm
kak afgan…
aku doain
muga2 cepet selesai
masalahnya…
[Reply]
ananda says:
July 24th, 2009 at 12:26 pm
i love afgan.. lagu best!
[Reply]